‌Stadion MA Chidambaram dipenuhi dengan kegembiraan saat para finalis dari tahun sebelumnya kembali bertanding. Kapten Gujarat Titans, Shubman Gill, memenangkan undian dan terpilih untuk turun tangan. Namun, strategi mereka menjadi bumerang karena pasangan pembuka Chennai, Rachin Ravindra dan Ruturaj Gaikwad, memulai awal yang baik, mengumpulkan 58/0 hanya dalam lima overs. Ravindra menunjukkan performa yang luar biasa, dengan tingkat serangan 230. Namun demikian, serangan gencarnya berhasil dihentikan oleh Rashid Khan pada over kelima. Dengan Ajinkya Rahane bergabung dengan Gaikwad, CSK melanjutkan dominasi mereka, mencapai 69/1 di akhir powerplay. Babak Rahane dibatasi pada menit ke-11 oleh Sai Kishore, yang memanfaatkan tembakan sembrono yang mengakibatkan pukulan. Sementara itu, Shivam Dube bermitra dengan Gaikwad untuk memandu CSK ke 126/2 setelah 12 over. Sayangnya, Gaikwad gagal mengubah 46 run off 36 delivery menjadi setengah abad, berangkat pada over ke-13. Namun, kebangkitan pukulan CSK terjadi melalui Dube dan Daryl Mitchell, yang menjalin kemitraan cepat selama 38 putaran, mendorong tim mereka menjadi 165/3 pada over ke-16. Dube mencapai angka lima puluh hanya dalam 22 pengiriman, menunjukkan tingkat serangan yang luar biasa yaitu 221. Setelah pemecatan Dube, Sameer Rizvi bergabung dengan Mitchell saat tuan rumah melonjak ke total 206/6 yang luar biasa.

Gujarat Titans menghadapi awal yang bergejolak saat pemain pembuka dan kapten mereka yang terkemuka, Shubman Gill, keluar pada babak ketiga. Kesengsaraan mereka berlanjut ketika Wriddhiman Saha juga terjatuh pada over kelima. Meskipun demikian, Vijay Shankar dan Sai Sudharshan berhasil membawa Titans ke 43/2 pada akhir powerplay. Namun suasana di Stadion Chidambaram mencapai puncak kegembiraannya ketika MS Dhoni melakukan tangkapan menakjubkan untuk mengusir Shankar pada over kedelapan. Untuk memperkuat inning Titans, David Miller dan Sudharshan terus mendorong skor menjadi 80/3 pada over ke-10. Sama seperti pasangan yang tampaknya siap untuk menjalin kemitraan yang substansial, Tushar Deshpande mengklaim gawang Miller dengan tangkapan luar biasa oleh Ajinkya Rahane yang ditempatkan di tengah gawang. Yang menambah kekhawatiran adalah Sudharshan kesulitan mengatur waktu bola dengan strike rate 119, yang akhirnya keluar pada over ke-15. Pertahanan CSK semakin meningkat saat persamaan menjadi 93 run dari lima over terakhir dengan Azmatullah Omarzai keluar pada over berikutnya. Rashid Khan juga berangkat untuk menyediakan kembang api dan berangkat pada tanggal 17. Dengan gawang yang terus jatuh dan Rahul Tewatia gagal mengeluarkan kembang api, Gujarat Titans gagal mengejar total raksasa dan hanya bisa mencetak 143/8 dalam 20 over, kalah dalam kontes dengan 63 run.

Sungguh kinerja keseluruhan klinis dari CSK ini. Mereka hanya tidak memberikan kesempatan apapun kepada GT.

— Prasanna (@prasannalara) 26 Maret 2024

KAMI ADALAH RAJA SUPER CHENNAI pic.twitter.com/CAGO4zhIOC

— Yash (@CSKYash_) 26 Maret 2024

Benteng

yang pertama

Kapten Ruturaj Gaikwad Menjadi Kapten CSK Pertama yang Mengalahkan Gujarat Titans di Babak Liga 💛😎 pic.twitter.com/9w0MV0hZvI

— Junaid Khan (@JunaidKhanation) 26 Maret 2024

Bingkai hari ini ada di sini pic.twitter.com/zbUTBbMmuX

— Yash (@CSKYash_) 26 Maret 2024

Terhebat

Tak terhentikan

Kini CSK terlihat tak terbendung 💥

GT tidak pernah Kalah dalam pertandingan apa pun dengan 30+ kali lari!
Hari ini Kalah melawan CSK dengan 63 run!#CSKvsGT pic.twitter.com/MkduR2TOJg

— 𝑺𝒉𝒆𝒃𝒂𝒔 (@Shebas_10dulkar) 26 Maret 2024

TABEL POIN TERATAS pic.twitter.com/OXEOAaFBYf

— CSK Fans Army™ (@CSKFansArmy) 26 Maret 2024

Warisan

CSK antik

Ini adalah warisan CSK pic.twitter.com/9z7Oml8tDr

— Div🦁 (@div_yumm) 26 Maret,

Dapatkan pembaruan! Ikuti kami di