Leeds mendapat pujian karena mengincar James Trafford dari Man City, dengan Elland Road secara serius berupaya untuk mengamankan kepindahan pemain berusia 23 tahun itu.
Setelah lulus dari akademi City, ia pertama kali merasakan sepak bola senior selama masa pinjaman produktif di Accrington Stanley dan Bolton Wanderers.
Penampilannya di League One mendapat pujian luas atas ketenangan, penghentian tembakan, dan kepercayaan diri dalam penguasaan bola sebelum Burnley membayar mahal untuk mengontraknya secara permanen pada tahun 2023.
Musim pertamanya di Premier League di Turf Moor merupakan pengalaman pembelajaran yang sulit karena Burnley terdegradasi, namun Trafford merespons dengan cemerlang.
Di bawah asuhan Scott Parker, ia menghasilkan salah satu kiper terhebat yang pernah ada di Championship. Burnley hanya kebobolan 16 gol dalam 45 pertandingan liga sementara Trafford mencatatkan 29 clean sheet yang luar biasa, menyamai rekor Inggris dan membantu The Clarets segera kembali ke Liga Premier.
Penampilannya membuatnya mendapatkan tempat di Championship Team of the Year dan penghargaan Pemain Terbaik PFA.
City dengan cepat menggunakan hak mereka untuk membawanya kembali ke Etihad, tetapi peluang menjadi terbatas setelah Gianluigi Donnarumma tiba.
Trafford tetap tampil mengesankan setiap kali dipanggil, membuat 17 penampilan di semua kompetisi dan mencatatkan delapan clean sheet meski menghabiskan sebagian besar musim sebagai penjaga gawang pilihan kedua City.
Itu menjelaskan mengapa Leeds berusaha keras.
Daniel Farke menginginkan pemain nomor satu yang dapat diandalkan untuk jangka panjang, dan Trafford sangat cocok dengan profil tersebut.
Dia merasa nyaman bermain dari belakang, menguasai area penalti dengan baik dan telah menunjukkan bahwa dia mampu mengatasi tekanan persaingan promosi dan sepak bola papan atas meski masih bayi dalam usia sebagai penjaga gawang.
Leeds membuat langkah ‘berani dan ambisius’ untuk Trafford yang ‘keterlaluan’
Beren Cross dari The Athletic yakin Leeds mengambil “perubahan besar” dengan mengejar Trafford, dan perkembangan terakhir menunjukkan bahwa klub bertekad untuk mewujudkannya.
Cross menyebut langkah tersebut sebagai langkah yang ‘berani dan ambisius’, memuji penampilan Trafford yang ‘keterlaluan’ di Burnley meski bermain di posisi kedua setelah Donnarumma musim lalu.
Leeds sekarang sedang dalam pembicaraan lanjutan dengan City mengenai kesepakatan permanen, dengan Trafford diidentifikasi sebagai target penjaga gawang utama mereka. Berbagai laporan menunjukkan bahwa sang kiper tertarik untuk pindah karena ia menawarkan sepak bola reguler di Liga Premier yang sulit ditemukan sejak kembali ke City.
Kedua klub terus berdiskusi sambil berupaya mencapai kesepakatan, sementara Leeds juga menjajaki penyertaan klausul pelepasan sebagai bagian dari negosiasi.
Transfer tersebut akan mewakili pernyataan besar dari Leeds.
Trafford dianggap sebagai salah satu kiper muda Inggris yang luar biasa dan telah membuktikan dirinya di beberapa level permainan.
Meyakinkannya untuk memilih Elland Road akan menggarisbawahi ambisi klub setelah mengamankan kelangsungan Liga Premier.
Jika Leeds menyetujui kesepakatan ini, mereka akan berinvestasi pada seseorang yang mampu menjadi kiper nomor satu klub selama bertahun-tahun sekaligus menjadikan diri mereka salah satu penjaga gawang Inggris paling menjanjikan di negaranya.

Terkait
Levelnya di atas Okafor: Mengapa Leeds ingin merekrut penyerang senilai £30 juta
Leeds United dapat meningkatkan kesepakatan untuk penambahan uang besar lainnya.



